Profil dan Biodata Ami Prijono Foto Terbaru Lengkap

Profil dan Biodata Ami Prijono Foto Terbaru Lengkap - Berikut ini akan membahas seputar biodata artis indonesia yaitu Biodata Lengkap Ami Prijono profil lengkap dengan agama yang meliputi kehidupan pribadi karir, pendidikan serta akun twitter dan akun Instagram foto foto yang terbaru dan terlengkap. Tidak ketinggalan juga profil artis indonesia pemain film sinetron, model iklan, penyanyi, aktris dan artis indonesia lengkap.

Belum Diperiksa

Biodata Lengkap Ami Prijono
Amiprijono Terbaru

Nama lahir Lembu Amiluhur Priyawardhana Priyono
Lahir 23 Oktober 1939
Batavia, Hindia Belanda
Meninggal 6 Juni 2001 (umur 61)
Depok, Indonesia
Pekerjaan Aktor, sutradara, penata seni
Tahun aktif 1971 - 1999

Penghargaan
Festival Film Indonesia
Sutradara Terbaik
1978 Jakarta Jakarta

Lembu Amiluhur Priyawardhana Priyono (lahir di Batavia, Hindia Belanda, 23 Oktober 1939 â€“ meninggal di Cinere, Depok, Jawa Barat, 6 Juni 2001 pada umur 61 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Ami Prijono (EYD: Ami Priyono) adalah seorang penata seni, aktor, dan sutradara film senior Indonesia. Ami Prijono pernah mengenyam pendidikan pada akademi sinematografi Moskow pada jurusan Penata Seni.

Daftar isi

* Biografi
* Filmografi
o Sebagai pemeran
o Sebagai kru
o Sinetron

* Penghargaan
* Referensi

Profil dan Biodata Ami Prijono Foto Terbaru Lengkap

Biografi



Lahir di Batavia (sekarang Jakarta) pada 23 Oktober 1939, Ami adalah anak satu-satunya Priyono, seorang politikus dan pendidik yang kemudian menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Kabinet Presiden Soekarno tahun 1957 - 1966. Setelah lulus dari SMU AMI berangkat ke Moskow, di mana ia belajar tentang perfilman di Institut Sinematografi Negara All-Union.[3]

Setelah kembali ke Indonesia Ami mulai mengajar di Akademi Teater Nasional di Jakarta.[3] Pada tahun 1968 ia bergabung dengan industri film dalam negeri, mengambil peran penata seni dalam Djampang Mentjari Naga Hitam. Dia mendapat debut aktingnya dua tahun kemudian dalam Tuan Tanah Kedawung sebagai aktor pendukung. Pada tahun 1973 ia menikah dengan penulis feminis Julia Suryakusuma.[3]

Pada tahun Festival Film Indonesia 1974 penataan seni Ami dalam film Ambisi memenangi penghargaan Piala Citra. Tahun itu pula ia mendapat debutnya sebagai sutradara dengan film Dewi. Film lain yang dia sutradarai tahun itu, Karmila, diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Marga T. Film ini, yang merupakan film Indonesia kedua yang paling menguntungkan tahun tersebut - diakui telah menghasilkan ketertarikan sineas-sineas dalam membuat film adaptasi selama dekade berikutnya. Ami melanjutkan kariernya dan menjadi salah satu dari empat sutradara yang mendominasi industri film lokal pada tahun 1970-an. Setelah film Lonceng Maut pada tahun 1976 Ami meninggalkan karier penataan seni, dengan fokus pada aktingnya dan penyutradaraan.

Pada tahun 1977 Ami merilis film Jakarta Jakarta. Film yang berfokus pada kehidupan sengsara sehari-hari penduduk ibukota, film ini memenangkan lima Piala Citra pada Festival Film Indonesia 1978 di Ujungpandang, termasuk "Film Terbaik", "Penyutradaraan Terbaik", dan "Skenario Terbaik" (bersama dengan N. Riantiarno). Pada tahun 2009, Ben Murtaugh dari SOAS, Universitas London, menggambarkan film itu sebagai "gambaran menarik dari [Jakarta] selama tahun 1970".

Roro Mendut, yang dirilis pada tahun 1982, memberikan Ami pengakuan internasional terbesarnya. Film yang didasarkan pada Rara Mendut|Legenda Indonesia Rara Mendut dan berdasarkan novel yang ditulis oleh Y.B. Mangunwijaya, memberikan dia nominasi pengharaan "Penyutradaraan Terbaik" di Festival Film Indonesia 1983; Dia hanya kalah dari Teguh Karya, sutradara dari Di Balik Kelambu. Ami menerima nominasi lain pada tahun berikutnya untuk Yang, namun kalah dari Sjumandjaja dari film Budak Nafsu. Dia menyutradarai film terakhirnya, Jodoh Boleh Diatur, pada tahun 1988.

Dengan menurunnya jumlah produksi film dalam negeri pada awal 1990-an, Ami meninggalkan bioskop dan mulai berakting di televisi. Dia berakting di beberapa serial pada awal tahun 1994, termasuk Salah Asuhan (1994) dan Pedang Keadilan (1996). Selama periode ini ia bertugas di dewan juri dari beberapa festival film, termasuk Festival Sinetron Indonesia, 1994 dan 1996, Fukuoka International Film Festival (1996), dan Asia Pacific Film Festival (1995). Dia meninggal pada tanggal 6 Juni 2001, setelah beberapa tahun sakit.

Profil dan Biodata Ami Prijono Foto Terbaru Lengkap

Filmografi

Profil dan Biodata Ami Prijono Foto Terbaru Lengkap



Ami berakting dalam 34 film dan adalah anggota kru film dalam 22 judul. Dia menyutradarai 12 film dalam kariernya.

Sebagai pemeran

* Tuan Tanah Kedawung (1970)
* Beranak Dalam Kubur (1971)
* Mama (1972)
* Si Bongkok (1972)
* Anjing-Anjing Geladak (1972)
* Laki-Laki Pilihan (1973)
* Ita Si Anak Pungut (Nobody's Child) (1973)
* Romi dan Juli (1974)
* Christina (1977)
* Ombaknya Laut Mabuknya Cinta (1978)
* Kasus (Kegagalan Cinta) (1978)
* Roda-Roda Gila (1978)
* Ali Topan Detektif Partikelir Turun ke Jalan (1979)
* Bayang-Bayang Kelabu (1979)
* Kabut Sutra Ungu (1979)
* Hati Selembut Salju (Garis-garis Cakrawala) (1981)
* Gundala Putra Petir (1981)
* Remang-remang Jakarta (1981)

* Untukmu Kuserahkan Segalanya (1984)
* Yang Masih di Bawah Umur (1985)
* Kidung Cinta (1985)
* Keluarga Markum (1986)
* Bintang Kejora (1986)
* Cas Cis Cus (Sonata di Tengah Kota) (1989)
* Kipas-kipas Cari Angin (1989)
* Pengantin (1990)
* Sejak Cinta Diciptakan (1990)
* Oom Pasikom (Parodi Ibukota) (1990)
* Boneka dari Indiana (1990)
* Olga dan Sepatu Roda (1991)
* Pengantin Remaja (1991)
* Selembut Wajah Anggun (1992)
* Ramadhan dan Ramona (1992)
* Badut-badut Kota (1993)
* Sesal (1994)

Sebagai kru

* Djampang Mentjari Naga Hitam (1968) â€“ penata seni
* Apa jang Kau Tjari, Palupi? (1969) â€“ penata seni
* Lewat Tengah Malam (1971) â€“ penata seni
* Jang Djatuh Dikaki Lelaki (1971) â€“ penata seni
* Matinja Seorang Bidadari (1971) â€“ penata seni
* Anjing-Anjing Geladak (1972) â€“ penata seni
* Laki-Laki Pilihan (1973) â€“ penata seni
* Ambisi (1973) â€“ penata seni
* Ita Si Anak Pungut (Nobody's Child) (1973) â€“ penata seni
* Dewi (1974) â€“ sutradara
* Karmila (1974) â€“ sutradara
* Semalam di Malaysia (1975) â€“ penata artistik

* Lonceng Maut (1976) â€“ penata seni
* Kampus Biru (1976) â€“ sutradara dan penulis naskah
* Kenangan Desember (1976) â€“ sutradara
* Jakarta Jakarta (1977) â€“ sutradara, penulis naskah, dan penulis skenario
* Dr Siti Pertiwi Kembali ke Desa (1979) â€“ sutradara
* Untukmu Indonesiaku (1980) â€“ sutradara
* Bukan Impian Semusim (1981) â€“ sutradara
* Roro Mendut (1982) â€“ sutradara
* Yang (1983) â€“ sutradara
* Pertunangan (1985) â€“ sutradara
* Jodoh Boleh Diatur (1988) â€“ sutradara

Sinetron



* Indahnya Rembulan Teriknya Matahari
* Si Doel Anak Sekolahan

Penghargaan



* Piala Citra Festival Film Indonesia 1978 di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan
o Jakarta Jakarta - "Film Terbaik", "Penyutradaraan Terbaik", dan "Skenario Terbaik" (bersama dengan N. Riantiarno)

* Festival Film Asia di Sydney, NSW, Australia dalam kategori penyajian teknik dan tema masa kini.

Profil dan Biodata Ami Prijono Foto Terbaru Lengkap

Ami Prijono